STAIN Parepare - Menteri Agama RI bersyukur mendengar laporan Ketua STAIN Parepare karena menjadi PTAIN terbaik dalam mengembangkan IT. Menteri Agama RI dalam kunjungannya ke STAIN Parepare mengharapkan kampus hijau ini menjadi contoh dalam pengembangan IT.
"Yang lebih mendasar bagi saya adalah bagaimana STAIN Parepare yang akan jadi IAIN Parepare ini bisa jadi percontohan diantara 55 PTAIN di Indonesia dalam pengembangan IT ke depan. Karena tantangan IT saat ini luar biasa, perkembangan IT ini sudah mengubah budaya kita sesungguhnya", ujarnya saat menyampaikan sambutan di Aula STAIN Parepare, Jumat, 11 November 2016
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan betapa pentingnya pengembangan IT dalam dunia pendidikan terutama di lembaga keagamaan Islam. Dampak IT dalam hal ini media sosial sangat besar.
Maka dari itu ia mengajak untuk menggunakan media sosial yang diwarnai dengan hal-hal positif. Ia juga mengingatkan bahwa agama menjadi sangat penting. Selain itu ia juga mengingatkan agar memperhatikan sumber berita, tidak langsung menelan bulat-bulat informasi.
Ia tertarik dengan slogan STAIN Parepare yaitu Malebbi Warekkadana Makkiade Ampena, dimana menjunjung tinggi nilai kesopanan dalam bertutur dan berbuat.
Ia mengatakan bahwa Parepare terkenal memiliki kearifan lokal. Ia berharap agar pengaruh media sosial bisa disikapi dengan kearifan lokal kita masing-masing.
Sabtu, 12 November 2016
Menag RI: STAIN Parepare Tinggal Tunggu Waktu Beralih Status
STAIN Parepare - Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa alih status STAIN Parepare menjadi IAIN tinggal menunggu waktu saja. Hal tersebut diungkap saat berkunjung dan bersilaturahim dengan Civitas Akademika STAIN Parepare di Aula, Jumat, 11 November 2016.
“Saya tentu bersyukur bahwa STAIN ini sebetulnya tinggal tunggu waktu saja untuk berubah menjadi IAIN”, ujar Menteri Agama RI yang ke-22 ini.
Sebelumnya, Ketua STAIN Parepare menyampaikan bahwa proses perubahan alih status telah sampai kepada Kementrian Pendayagunaan dan Aparatur Negara (Kemenpan). Sehingga Menteri Agama mengatakan bahwa STAIN Parepare tinggal menunggu waktu.
Ketua STAIN Parepare memohon adanya bantuan dari Menteri Agama yaitu memberi dukungan agar alih status dapat disegerakan.
“Mudah—mudahan semua prasayarat bisa terpenuhi sehingga tidak ada kendala berarti”, harap Menteri Agama.
“Saya tentu bersyukur bahwa STAIN ini sebetulnya tinggal tunggu waktu saja untuk berubah menjadi IAIN”, ujar Menteri Agama RI yang ke-22 ini.
Sebelumnya, Ketua STAIN Parepare menyampaikan bahwa proses perubahan alih status telah sampai kepada Kementrian Pendayagunaan dan Aparatur Negara (Kemenpan). Sehingga Menteri Agama mengatakan bahwa STAIN Parepare tinggal menunggu waktu.
Ketua STAIN Parepare memohon adanya bantuan dari Menteri Agama yaitu memberi dukungan agar alih status dapat disegerakan.
“Mudah—mudahan semua prasayarat bisa terpenuhi sehingga tidak ada kendala berarti”, harap Menteri Agama.
Menteri Agama RI Silaturahim dengan Civitas Akademika STAIN Parepare
Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin berkunjung dan bersilaturahim dengan Civitas Akademika STAIN Parepare di Aula, Jumat, 11 November 2016.
“Tujuan utama Pak Menteri ini adalah untuk menghadiri peresmian STAIN Majene. Tapi kita ambil kesempatan agar bagaimana beliau singgah dan mengunjungi kampus kita. Kami tawari dan beliau mau,” jelas Wakil Ketua I selaku Ketua Panitia.
“Ini merupakan berkah atas doa kami, lebih seperempat abad lamanya masyarakat kota Parepare, Civitas Akademika STAIN Parepare merindukan bertemu langsung dengan menteri agama dan Alhamdulillah cita-cita itu terwujud pada malam hari ini”, ujar Ketua STAIN Parepare dalam sambutannya
Menteri Agama mengatakan bahwa pertemuan ini bisa dimanfaatkan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. “Saya ingin menyampaikan rasa syukur bahwa malam hari ini saya bisa hadir disini dalam rangka tentu tidak hanya semata untuk silaturahim tapi juga mudah-mudahan pertemuan ini kita manfaatkan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman”, ujarnya.
Menteri Agama RI yang ke 22 ini mengapresiasi civitas Akademika STAIN Parepare. “Saya mengapresiasi seluruh civtias akademika STAIN Parepare yang usianya meskipun belum terlalu tua tapi sebenarnya sudah tidak muda lagi”, ucapnya disertai dengan lelucon sebelum menutup sambutannya.
“Tujuan utama Pak Menteri ini adalah untuk menghadiri peresmian STAIN Majene. Tapi kita ambil kesempatan agar bagaimana beliau singgah dan mengunjungi kampus kita. Kami tawari dan beliau mau,” jelas Wakil Ketua I selaku Ketua Panitia.
“Ini merupakan berkah atas doa kami, lebih seperempat abad lamanya masyarakat kota Parepare, Civitas Akademika STAIN Parepare merindukan bertemu langsung dengan menteri agama dan Alhamdulillah cita-cita itu terwujud pada malam hari ini”, ujar Ketua STAIN Parepare dalam sambutannya
Menteri Agama mengatakan bahwa pertemuan ini bisa dimanfaatkan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. “Saya ingin menyampaikan rasa syukur bahwa malam hari ini saya bisa hadir disini dalam rangka tentu tidak hanya semata untuk silaturahim tapi juga mudah-mudahan pertemuan ini kita manfaatkan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman”, ujarnya.
Menteri Agama RI yang ke 22 ini mengapresiasi civitas Akademika STAIN Parepare. “Saya mengapresiasi seluruh civtias akademika STAIN Parepare yang usianya meskipun belum terlalu tua tapi sebenarnya sudah tidak muda lagi”, ucapnya disertai dengan lelucon sebelum menutup sambutannya.
Selasa, 18 Oktober 2016
Hasilkan Modul Pembelajaran Baru
STAIN PAREPARE--Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare menggelar pertemuan dosen Rumpun Bidang Ilmu. senin-selasa (09-10/10) 2016.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Serba Guna STAIN Parepare, di hadiri oleh setiap rumpun dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.

Budiman M.Hi dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara tersebut guna untuk melahirkan silabus/RPS dalam mata kuliah yang sama disetiap prodi dan yang paling penting ialah dosen bisa melahirkan sebuah modul sebagai acuan dalam mengajar.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Stain Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan M.Si., sekaligus memberikan arahan tentang kebijakan Perguruan Tinggi Terkait dengan Kurikulum yang merujuk pada KKNI.
Ketua STAIN Parepare sangat mengapresiasi kegiatan tersebut bahwa ini adalah suatu ide yang sangat baru dan mengharapkan bisa melahirkan metodologi mengajar yang tepat sesuai dengan kondisi saat ini. Hal tersebut guna untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan melahirkan sarjana yang cerdas dan terdidik.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Serba Guna STAIN Parepare, di hadiri oleh setiap rumpun dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam.
Budiman M.Hi dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara tersebut guna untuk melahirkan silabus/RPS dalam mata kuliah yang sama disetiap prodi dan yang paling penting ialah dosen bisa melahirkan sebuah modul sebagai acuan dalam mengajar.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua Stain Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan M.Si., sekaligus memberikan arahan tentang kebijakan Perguruan Tinggi Terkait dengan Kurikulum yang merujuk pada KKNI.
Ketua STAIN Parepare sangat mengapresiasi kegiatan tersebut bahwa ini adalah suatu ide yang sangat baru dan mengharapkan bisa melahirkan metodologi mengajar yang tepat sesuai dengan kondisi saat ini. Hal tersebut guna untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan melahirkan sarjana yang cerdas dan terdidik.
"Lahirkan Sarjana yang Cerdas dan Terdidik (Ahmad Sultra)"
Senin, 19 September 2016
Kuliah Umum Bersama Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin. M.A
Sabtu, 10 September 2016
Pertemuan Akademik Dosen STAIN Parepare
Ketua STAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan M.Si, dalam penyampaianya memberikan ketegasan kepada semua Dosen STAIN Parepare untuk saling bekerjasama dalam mentaati kode etik kampus, dan memberikan sanksi kepada mahasiswa jika ada beberapa yang tidak mematuhi kode etik kampus. Hal tersebut untuk menjadikan suasana akademik menjadi lebih baik. Hal lain, Ahmad Sultra Rustan menyampikan bahwa mari kita perhatikan mahasiswa-mahsiswi kita yang belum bisa membaca al-qur'an dengan baik, karena kita tidak akan melepaskan alumni yang tidak bisa membaca alqur'an, dan karena hal ini rencananya, komperhensif kedepan akan ditambah satu mata kuliah, yaitu baca Al-Qur'an.
Kamis, 01 September 2016
Rapat Senat Penerimaan Mahasiswa Baru STAIN Parepare
STAIN Parepare menggelar Rapat Senat Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Angkatan 2016 di Auditorium, Kamis, 1 September 2016.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium tersebut dihadiri oleh 1309 mahasiswa baru, anggota senat, para dosen dan pegawai serta fungsioner lembaga kemahasiswaan.
Dalam acara tersebut, Ketua STAIN Parepare meresmikan mahasiswa baru sebagai mahasiswa STAIN Parepare. “Dengan ini saya nyatakan menerima saudara saudari sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Parepare jenjang sarjana strata satu.” Setelah itu penyematan jas almamater.
Dalam sambutannya, Ketua STAIN Parepare menyampaikan beberapa pesan kepada mahasiswa baru yang telah resmi diterima di kampus hijau ini. Diantaranya, pentingnya menuntut ilmu, tidak melanggar aturan serta menjalankan amanah orangtua.
“Jangan melanggar aturan krn dapat menghambat cita-cita dan penyelesaian studi. Taati peraturan dan jalankan amanah orangtua,” tegasnya.
Ketua STAIN juga menegaskan bahwa haram hukumnya berambut panjang bagi mahasiswa laki-laki. Mereka tidak akan diizinkan mengikuti perkuliahan.
“Haram hukumnya berambut panjang bagi mahasiswa laki-laki. Dosen akan diberikan sanksi jika mengizinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan jika mahasiswa berambut gonrong,” tegasnya.
Selain itu, Ketua STAIN juga mengingatkan kepada mahasiswa baru agar tidak masuk ke dalam oragnisasi ekstra yang tidak jelas. Mengingat banyaknya organisasi sesat yang berlatar islam saat ini.
Pada akhir acara, mahasiswa baru mengucapkan ikrar mahasiswa untuk dipatuhi.
Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Muh. Djunaidi melaporkan jumlah mahasiswa baru yang mendaftar dan diterima. Sebanyak 4447 pendaftar, 1448 lulus seleksi dan 1352 terdaftar secara akademik.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium tersebut dihadiri oleh 1309 mahasiswa baru, anggota senat, para dosen dan pegawai serta fungsioner lembaga kemahasiswaan.
Dalam acara tersebut, Ketua STAIN Parepare meresmikan mahasiswa baru sebagai mahasiswa STAIN Parepare. “Dengan ini saya nyatakan menerima saudara saudari sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Parepare jenjang sarjana strata satu.” Setelah itu penyematan jas almamater.
Dalam sambutannya, Ketua STAIN Parepare menyampaikan beberapa pesan kepada mahasiswa baru yang telah resmi diterima di kampus hijau ini. Diantaranya, pentingnya menuntut ilmu, tidak melanggar aturan serta menjalankan amanah orangtua.
“Jangan melanggar aturan krn dapat menghambat cita-cita dan penyelesaian studi. Taati peraturan dan jalankan amanah orangtua,” tegasnya.
Ketua STAIN juga menegaskan bahwa haram hukumnya berambut panjang bagi mahasiswa laki-laki. Mereka tidak akan diizinkan mengikuti perkuliahan.
“Haram hukumnya berambut panjang bagi mahasiswa laki-laki. Dosen akan diberikan sanksi jika mengizinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan jika mahasiswa berambut gonrong,” tegasnya.
Selain itu, Ketua STAIN juga mengingatkan kepada mahasiswa baru agar tidak masuk ke dalam oragnisasi ekstra yang tidak jelas. Mengingat banyaknya organisasi sesat yang berlatar islam saat ini.
Pada akhir acara, mahasiswa baru mengucapkan ikrar mahasiswa untuk dipatuhi.
Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Muh. Djunaidi melaporkan jumlah mahasiswa baru yang mendaftar dan diterima. Sebanyak 4447 pendaftar, 1448 lulus seleksi dan 1352 terdaftar secara akademik.
Langganan:
Postingan (Atom)