Kamis, 03 Mei 2018

Lulus SPAN-PTKIN? Yuk, Heregistrasi

IAIN Parepare--- Usai pengumuman kelulusan jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun 2018, para peserta yang dinyatakan lulus seleksi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dapat melakukan heregistrasi atau pendaftaran ulang di gedung Sekretariat panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) SPAN-UM PTKIN.

Hal ini berdasarkan pengumuman No. Sti. 08/PP.0.9/94/2018 yang dikeluarkan oleh IAIN Parepare (02/05). Pendaftaran ulang akan dimulai pada tanggal 22 Mei s/d 05 Juni  2018, dengan membawa berkas:

  1. Kartu tanda peserta SPAN-PTKIN 2018

  2. Fotocopy ijazah yang telah dilegalisasi. Bagi lulusan 2018 yang belum menerima ijazah dapat menyetor fotocopy SKHU atau SKL (Surat Keterangan Lulus)  yang sudah dilegalisasi sebanyak 1 lembar.

  3. Membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT):



  •  Untuk Program Studi (Prodi):


[1]Tadris Matematika, [2] Tadris IPA, [3] Tadris Pendidikan Agama Islam, [4] Tadris Bahasa Inggris, [5] Pendidikan Islam Anak Usia Dini, [6] Pendidikan IPS, [7] Manajemen Pendidikan Islam, [8] Hukum Keluarga (Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah), [9] Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), [10] Perbankan Syariah, [11] Hukum Tata Negara (Siyasah), [12] Ekonomi Syariah, [13] Hukum Pidana Islam (Jinayah), [14] Manajemen Keuangan Syariah, [15] Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, [16] Akuntansi Syariah, [17] Pariwisata Syariah, [18] Komunikasi dan Penyiaran Islam, [19] Bimbingan dan Konseling Islam, [20] Manajemen Dakwah, [21] Pengembangan Masyarakat Islam, [22] Sosiologi Agama, [23]Jurnalistik Islam, yaitu sebesar Rp. 1.325.000,- (Satu juta tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah).


  • Untuk Program Studi (Prodi):


[1] Pendidikan Bahasa Arab, [2] Sejarah Peradaban Islam, [3] Bahasa dan Sastra Arab, dan [4] Manajemen Zakat dan Wakaf, yaitu sebesar Rp. 1.075.000,- (Satu juta tujuh puluh lima ribu rupiah).

Bagi yang belum lulus pada jalur SPAN-PTKIN tersebut, masih terdapat dua jalur yang masih terbuka. Pertama, jalur Ujian Masuk (UM) PTKIN Online yang pendaftarannya dimulai 12 April s/d 05 Mei 2018. Kedua, jalur Ujian Mandiri IAIN Parepare yang pendaftarannya dimulai 14 Mei s/d 17 Juli 2018.



Klik untuk baca berita terkait UM-PTKIN

 

Senin, 30 April 2018

Workshop Academic Writing, Wujud Komitmen Peningkatan Kualitas

IAIN Parepare --- Usai menyelenggarakan Scholarship Seminar oleh program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) jurusan Tarbiyah dan Adab IAIN Parepare pada minggu kemarin (29/04), panitia kembali melanjutkan kegiatan Workshop Academic Writing di gedung yang sama yakni di Auditorium IAIN Parepare (30/04).

Workshop yang masih dalam rangkaian kegiatan International Colloquium on Enviromental Education sukses menarik antusias peserta. Terbukti, ratusan peserta hadir memenuhi gedung Auditorium untuk menyimak para narasumber yang berasal dari berbagai perguruan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri.

[caption id="attachment_7763" align="alignnone" width="300"] Foto mulai dari sisi kiri: Prof. Dr. Ismail Suardi Wekke (STAIN Sorong, Indonesia), Prof. Dr. Chokchai Yuenyong (Khon Khaen University, Thailand), Prof. Dr. Peter John Wanner (Tohoku University, Japan) dan Hj. Nurhamdah , M. Pd (Moderator/ IAIN Parepare)[/caption]

Mujahidah selaku Ketua panitia mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen dan partisipasi dari program studi pendidikan bahasa Inggris untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya seluruh civitas akademik khususnya bagi kalangan dosen ataupun mahasiswa. "Bagi kami kegiatan-kegiatan yang berbasis akademik harus menjadi nuansa yang mewarnai dinamika yang terbangun di kampus ini sebagai upaya mewujudkan tridharma perguruan tinggi," jelas Mujahidah, Ketua Panitia sekaligus Penanggungjawab program studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama berskala international pasca berubah bentuk menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Menurut Bahtiar, ketua jurusan Tarbiyah dan Adab, sebelumnya kegiatan berskala internasional pernah dilakukan ketika masih berstatus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang diselenggarakan pada tahun 2009. "Kami berharap kepada teman-teman program studi lain untuk termotivasi dengan adanya kegiatan yang dilakukan program studi bahasa Inggris. Mudah-mudahan di masa yang akan datang juga akan dilakukan kegiatan yang memberikan kontribusi yang besar pada lembaga kita ini," harap Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab, Bahtiar saat menyampaikan sambutan.

Para narasumber yang menggunakan bahasa Inggris menjadi tantangan dan menguji kemampuan penguasaan bahasa Inggris peserta yang terdiri dari dosen, guru, serta mahasiswa dari berbagai jurusan. "Walaupun narasumber kita menggunakan bahasa Inggris, saya kira ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk menguji kemampuan bahasa terutama yang memilih program studi bahasa Inggris," ungkap Muhammad Djunaidi sebelum membuka kegiatan mewakili Rektor IAIN Parepare.

 

Minggu, 29 April 2018

Scholarship Seminar, Hadirkan Pemateri dari Luar Negeri

IAIN Parepare--- Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) jurusan Tarbiyah dan Adab Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Scholarsip seminar di Auditorium IAIN Parepare (29/04). Ratusan peserta hadir memadati ruangan yang terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan, guru serta dosen.



Seminar yang bersifat umum ini dilakukan guna membahas cara-cara mendapatkan beasiswa baik beasiswa dalam negeri maupun luar negeri. Ketua panitia, Mujahidah mengatakan beasiswa itu mudah akan tetapi mahasiswa belum mengetahui caranya. "Hari ini kita kupas tuntas akan hal itu, ada tekhnis atau peluang-peluang mahasiswa mendapatkan peluang beasiswa dan hari ini akan kita lihat apa peluang-peluang itu dan bagaimana caranya," jelas Ketua Panitia, Mujahidah.

[caption id="attachment_7759" align="alignnone" width="300"] Prof. Dr. Peter Jhon Wanner Tohoku University Japan[/caption]

Dua pemateri dari luar negeri pun dihadirkan pada seminar tersebut yakni Dr. Suyatno Ladiqi (University Sultan Zainal Abidin Malaysia) dan Prof. Dr. Peter Jhon Wanner Tohoku University Japan.

Pemateri pertama, Suyatno Ladiqi mengungkap akan pentingnya memiliki kemampuan softskill seperti menulis untuk mendapakan peluang beasiswa. "Softskill nampak ketika wawancara, pastikan kalian memiliki kemampuan itu," ungkapnya.

Di akhir seminar, juga dilakukan pendatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara IAIN Parepare dengan University Sultan Zainal Abidin Malaysia.  "Dalam agreement tadi disepakati bersama, bukan hanya sekedar mahasiswa tau ada beasiswa tetapi dari agreement tadi ada pertukaran antara mahasiswa kami dengan mahasiswa University Sultan Zainal Abidin Malaysia," kata Mujahidah yang juga sebagai Penanggungjawab program studi PBI.

 

Seminar Proposal Penelitian IAIN Parepare Hadirkan Dua Reviewer Nasional

Sebanyak 42 peserta yang terdiri dari dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Sulawesi Selatan mengikuti seminar proposal penelitian yang digelar Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sabtu-Minggu, 28-29 April 2018.

Seminar ini menghadirkan dua reviewer (tim penilai) nasional yakni Wahyuddin Halim, PhD dan Dr Khalifah Mustami MPd. Dua rewiewer ini merupakan dosen UIN Alauddin Makassar yang ditetapkan menjadi reviewer nasional oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Diktis).

Kordinator Penelitian P3M IAIN Parepare, Rustan Efendy mengatakan, selain reviewer nasional, P3M juga menghadirkan reviewer internal, Dr Ahmad Sultra Rustan (Rektor IAIN Parepare), Dr Zainal Said (Kepala P3M IAIN Parepare), Dr Sitti Jamilah Amin (Sekretaris P3M) dan Dr Muhammad Saleh (Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi IAIN Parepare).

[caption id="attachment_7747" align="alignnone" width="382"] Foto hari pertama: Kanan, Dr Ahmad Sultra Rustan (Rektor IAIN Parepare) dan sisi kiri, Dr Zainal Said (Kepala P3M IAIN Parepare)[/caption]

[caption id="attachment_7748" align="alignnone" width="300"] Foto hari kedua: Kiri, Dr Sitti Jamilah Amin (Sekretaris P3M), Tengah, Dr Muhammad Saleh (Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi IAIN Parepare) dan Kanan, Dr Zainal Said (Kepala P3M IAIN Parepare).[/caption]

Menurut Rustan, calon peneliti saat ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. "Tahun 2017 hanya 30 orang kini di tahun 2018 naik menjadi 42 orang," tandas Rustan.

Tema seminar kali ini, lanjut Rustan yakni Memperkuat Epistimologi, Keilmuan, Keindonesiaan dengan Spirit Nilai Kemanusiaan Universal. Rustan Efendy mengatakan, klaster penelitian terdiri dari pembinaan kapasitas, pengembangan program studi, dan penelitian dasar interdisipliner.

Kegiatan ini tambah Rustan digelar di dua tempat yakni ruang aula Program Pasca Sarjana (PPS) lantai 1 dan ruang seminar PPS A1. Rustan mengatakan, tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas proposal penelitian. "Setelah melakukan seminar proposal, tahapan selanjutnya adalah evaluasi, kemudian peneliti akan melakukan penelitian berdasarkan rekomendasi reviewer," tutup Rustan. (Alf)

[caption id="attachment_7749" align="alignnone" width="300"] Foto salah satu peserta saat mempresentasikan proposal penelitiannya[/caption]

 

Literasi Digital, Saring sebelum Sharing

Sejumlah dosen, pengurus radio Akademia beserta mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare turut hadir berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi literasi digital dengan tema saring sebelum sharing di salah satu hotel, kota Parepare (28/04).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh BNPT (Badan Nasional Penanggulangan dan Teorirsme) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) pada 32 provinsi. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman terorisme yang dapat mengganggu keamanan dan perdamaian bangsa khususnya di Sulawesi Selatan. "Kami percaya bersama kita, terutama bersama anak muda yang cinta damai dan ceria akan dapat mereduksi pengaruh radikal terorisme yang dapat menggiring kita kembali pada situasi yang penuh konflik," ungkap Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung di sambutan pembukaan kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari, peserta diberikan wawasan seputar kewaspadaan radikalisme serta diberikan pelatihan pembuatan konten positif sebagai bagian dari kontrapropaganda terorisme. Irmawanti salah satu mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi mengungkapkan kesenangannya dalam mengikuti kegiatan tersebut dikarenakan peserta bisa berkarya meski dengan waktu yang singkat.

Kota Parepare merupakan kota pertama yang diselenggarakan di luar ibukota provinsi. Arifin Hamid selaku FKPT Sulawesi Selatan berharap agar ada sinergi antara pemerintah dengan masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan pencegahan terorisme bisa semakin diperkuat.

 

Kamis, 26 April 2018

Delegasi IAIN Parepare Raih Juara pada IPPBMM

Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) VII Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) Se-Jawa dan Madura yang digelar di Purwokerto.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin di Hall IAIN Purwokerto (24/04). Diikuti oleh para mahasiswa yang berasal dari berbagai PTKIN termasuk IAIN Parepare.

Perkembangan terbaru, salah satu tim atlet tennis meja delagasi IAIN Parepare berhasil meraih juara III pada ganda puteri (26/04). Tidak hanya itu, delegasi IAIN Parepare juga berhasil mendapatkan emas pada catur klasik putera. Rencananya besok, hari Jum'at 27 April 2018 delegasi IAIN Parepare tersebut akan menerima tropi sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih.

 

LPM Red Line: Training of Journalist

IAIN Parepare --- Lembaga Pers Mahasiwa (LPM) Red Line Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare melaksanakan Training of Journalist (TOJ) di  Aula IAIN Parepare. Kegiatan yang dimulai sejak 23 April akan berlangsung hingga 29 April 2018 mendatang.

Sebanyak 35 peserta yang merupakan anggota magang LPM Red Line mengikuti kegiatan TOJ tersebut. Berbagai pemateri professional di bidangnya dihadirkan guna berbagi ilmu dan pengalaman kepada peserta Training of Journalist. “Kalau pematerinya itu ada sebagian dari senior-senior di kampus dan wartawan yang bisa dibilang sudah professional termasuk pembina harian kami sendiri yaitu pak Alfiansyah Anwar,” jelas Ketua panitia, Jumedi Subu.

Sementara Muhammad Saleh selaku pemimpin redaksi LPM Red Line  berharap agar peserta dapat mendalami apa yang dipelajari dikarenakan output dari kegiatan TOJ tersebut nantinya akan menjadi pengeloh LPM Red Line.