Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2019

Sudah Diet dan Olahraga tapi Berat Badan Tidak Turun, Ini 5 Sebabnya! - Okezone







Anda sudah melakukan diet dan berolahraga lebih sering dari biasanya, tetapi angka pada timbangan badan tidak berubah?

Mencoba mengurangi berat badan bisa membuat membuat Anda frustrasi dan kecewa, terutama jika Anda tidak melihat hasil yang Anda inginkan.


Tetapi mungkin ada penjelasan lain mengapa berat badan Anda tidak mengalami penurunan sama sekali.

Dilansir dari Thesun, Jumat (19/4/2019). Berikut adalah beberapa alasan mengapa rutinitas harian Anda bisa menghambat dalam mengurangi kelebihan berat badan.


1. Tidak cukup tidur

Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang tidur antara enam sampai delapan jam semalam memiliki peluang lebih besar untuk mengalami penurunan berat badan, daripada mereka yang kurang tidur.

Dr Neil Stanley, pakar tidur di Norfolk and Norwich University Hospital, mengatakan: "Tampaknya ada hubungan kuat antara kurang tidur dengan bertambahnya berat badan. Anda akan merasa luar biasa segar saat bangun dari tidur yang nyenyak. Di zaman modern ini, kita menganggap tidur sebagai kegiatan yang buang-buang waktu. Tetapi tidur adalah kegiatan terpenting bagi kesehatan fisik dan mental yang baik."

insomnia

2. Minum kopi

Jika Anda seseorang yang bergantung pada kopi, Anda mungkin akan memikirkan kembali berapa banyak cangkir yang Anda minum dalam sehari.

Direktur nutrisi Rick Hay mengatakan: "Kopi adalah stimulan sistem saraf. Di antara banyak efek yang timbul pada tubuh, kopi dapat mempercepat laju berbagai fungsi tubuh, dengan demikian kadar gula darah kita turun. Dimana kadar gula tersebut sangat penting untuk menghasilkan energi yang diperlukan untuk tubuh."

Anda mungkin berpikir itu berarti kopi dapat membantu Anda membakar kalori lebih cepat, itu mungkin agak benar tetapi ini bukan cerita yang sebenarnya.

"Ketika kadar gula darah kita turun, otak secara instan membuat kita ingin makan sesuatu untuk mengembalikan kadar gula darah. Ini berarti kita akhirnya akan makan lebih banyak daripada yang sebenarnya kita butuhkan." Rick menambahkan.

3. Berolahraga terlalu banyak

Terlalu banyak berolahraga dapat memiliki efek negatif pada penurunan berat badan Anda.

"Jika Anda melakukan lari cepat, hal pertama yang akan dibakar tubuh Anda adalah penyimpanan otot creatine phosphate, tetapi mereka hanya bertahan selama sekitar 20-30 detik. Tubuh kemudian perlu mencari sesuatu sumber energi yang lain jika Anda terus berolahraga.”

Rick menambahkan: "Tubuh Anda terus-menerus berusaha menyinkronkan apa yang terbakar dengan seberapa cepat ia membakar energi pada suatu titik waktu tertentu."

4. Minum air bersoda

Anda mungkin berpikir "Saya sudah tahu ini, minuman bersoda tidak hanya buruk bagi berat badan Anda, mereka juga buruk bagi kesehatan Anda secara umum".

Tapi itu tidak hanya karena gula yang dikandungnya. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Obesity Research and Clinical Practice pada 2017 menunjukkan bahwa karbon dioksida dalam minuman bersoda dapat memengaruhi kenaikan berat badan dengan meningkatkan pelepasan ghrelin.

Ghrelin, lebih dikenal sebagai hormon kelaparan. Hormon yang diproduksi terutama di perut dan salah satu efek di antaranya adalah peningkatan nafsu makan.

minuman soda

5. Anda stres

Stres dapat memiliki efek mendalam pada metabolisme dan kesehatan usus. Tubuh kita tidak tahu perbedaan antara stres fisik dan mental, sehingga tubuh akan merespon masalah ini dengan cara membuat Anda menjadi lapar. Jika Anda benar-benar ingin mulai mengurangi lemak di tubuh, Anda perlu membuat tubuh dan pikiran Anda rileks.

Spesialis kesehatan Elizabeth Scott juga memperingatkan bahwa stres kronis dapat membuat Anda mencari alkohol atau makanan sebagai sarana yang akan membuat Anda kembali nyaman.

(hel)
















Read More

Rabu, 17 April 2019

Stop Olahraga, 4 Tanda ini Isyaratkan Tubuh Harus Istirahat - Tempo.co


TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga teratur memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Mulai dari meningkatkan mood hingga menurunkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, dan kondisi lainnya.

Baca: Bulu Tangkis, Olahraga Bambang Brodjonegoro setiap Akhir Pekan

Namun, ketika datang ke tempat fitness, terkadang tubuh berada pada kondisi yang tidak fit. Karena itulah, tubuh juga membutuhkan istirahat. "Bahkan olahraga berlebih malah membuat tubuh tidak sehat," kata Jeannine L. Stuart, Ph D, Presiden Pelayanan Kesehatan AREUFIT di Malvern, Amerika Serikat.

Nah, berikut adalah empat tanda kapan seseorang sebaiknya beristirahat dari kegiatan olahraga, seperti yang dikutip dari Huffington Post.


1. Siklus tidur terganggu

Tidak bisa tidur atau tidak cukup tidur bisa menjadi gejala overtraining. "Orang-orang berpikir, jika berlatih dengan berlebihan, dapat membuat tidur lebih baik, padahal yang terjadi bisa sebaliknya," kata Stuart.

Ketika pola tidur mulai terganggu secara konsisten, ada baiknya segera menghentikan beberapa hari kegiatan olahraga rutin. Selain untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh, tidur juga membantu otot tumbuh dan pulih setelah berkali-kali dirusak ketika berolahraga.

2. Jika tubuh dirasa kurang enak

Salah satu dari sekian banyak manfaat mengikuti program kebugaran adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, dalam beberapa kondisi, bisa saja tubuh masuk angin atau terkena flu. Keadaan ini tentu membuat bingung, apakah harus tetap berolahraga atau tidak.

Menurut Sheldon Zinberg, MD, pendiri klub kesehatan di Nifty Fifty, Grove City, California, jika perasaan tidak enak timbul di sekitar atau di bawah leher, seperti pilek, nyeri dada dan tubuh, sebaiknya hentikan latihan untuk sementara.

3. Badan terlalu cepat panas dan berkeringat

Biasanya, setelah latihan, tubuh akan terasa enak. Menurut Joseph Ciccone, Associate Director of Columbia Orthopaedics Sports Therapy di New York, keadaan ini terjadi berkat pelepasan hormon senang dari dalam tubuh seusai berolahraga. Namun, jika setelah berolahraga tubuh merasa kelelahan, bisa jadi tubuh mengalami overtraining. Pada keadaan ini, sebaiknya kurangi beberapa latihan dan berikan waktu bagi tubuh untuk bangkit kembali. "Kadang-kadang dibutuhkan istirahat untuk kembali menyalakan api," kata Ciccone.

4. Tubuh mengalami peradangan atau cedera otot

Jika otot hanya terasa sedikit sakit setelah berolahraga, keadaan ini dapat dianggap wajar, dan olahraga rutin dapat menyembuhkan nyeri otot tersebut. Namun, bila nyeri otot sangat parah, sebaiknya olahraga dihentikan lebih dulu. Menurut Larry Birnbaum, Ph D, Ketua Fisiologi College of St Scholastica di Duluth Minnesota, ketika tubuh mengubah kinerja mekaniknya demi mengkompensasi rasa sakit yang berlebihan, maka risiko cedera yang lebih besar dapat terjadi.

Baca: Sulit Melakukan Olahraga Setiap Hari? Lakukan Rutinitas Baru Ini

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | HUFFINGTON POST



Read More